Umat Islam Harus Bangun Kekuatan dan Jauhi Perpecahan

KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi'ie
KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi'ie
Pimpinan Perguruan Islam As-Syafiiyah, Jakarta
Meski sudah sepuh, KH Abdul Rasyid Abdulla Syafi’ie ikut berjalan memimpin Parade Tauhid bersama ratusan Ulama dan tokoh Islam hadir dan ikut long march dari Senayan ke Bunderan Hotel Indonesia.  Ratusan ribu umat Islam tumplek dalam acara Parade Tauhid pada Ahad (16/8/2015).
KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafi'i sebagai Ketua Steering Committee dari awal sampai akhir terus memimpoin parade ini  dengan mengumandangkan zikir, tasbih, takbir dan tahmid sepanjang jalan.
Meski sudah berumur 73 tahun, Pimpinan Perguruan Islam As Syafi’iyyah ini terlihat semangat berjalan dari Senayan ke HI yang berjarak sekitar 6 kilo meter.
Menurut Kyai Rasyid, acara ini merupakan ekspresi rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia. “Kemerdekaan adalah berkat cucuran rahmat Allah. Parade tauhid dalam rangka mensyukuri kemerdekaan itu,” ungkapnya.
Dalam acara ini, peserta membawa bendera tauhid sepanjang tiga kilometer umat muslim tiada henti mengumandangkan kalimat tauhid ‘laa ilaha illallah.’ Untuk lebih mendalami tentang Parade Tauhid Indonesia, Suara Islam mewawancara KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafi’ie. Berikut petikannya : 
Apa yang melandasi diselenggarakannya Parade Tauhid Indonesia (PTI) ?
Parade Tauhid ini diselenggarakan dalam rangka mensyukuri nikmat Allah Swt yang diberikan kepada bangsa Indonesia ini dalam wujud kemerdekaan yang sudah mencapai 70 tahun. Parade Tauhid Indonesia itu diselenggarakan pada tanggal 16 Agustus 2015 itu juga merupakan cara umat Islam Indonesia dalam rangka HUT RI ke-70 dalam bentuk rasa syukur.
Allah Swt berfirman dalam al-Qur’an : “Jika kamu bersyukur maka akan Aku tambah nikmat-Ku. Tapi jika kalian kufur nikmat, maka sesungguhnya siksa-Ku amatlah pedih.”
Bangsa kita itu rasanya kurang bersyukur atau hanya sedikit bersyukur. Jadi, mungkin karena itu, Indonesia ini menghadapi banyak masalah berat. Selain masalah perekonomian menurun, korupsi merajalela, hutang menumpuk, politik kacau balau, yang juga dirasakan menjadi persoalan amat berat adalah hancurnya moralitas bangsa Indonesia ini. Mulai dari rakyat jelata sampai pemimpinnya sudah kehilangan kendali moralitas.
Karena itu, Indonesia yang mayoritas Muslim ini, umat Islam harus mampu tampil memperbaiki keadaan, terutama memperbaiki keadaan umat islam terlebih dahulu.
Pentingnya parade tauhid ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran ber-tauhid bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan individu, keluarga, terutama dalam bermasyarakat dan bernegara.
Keadaan umat Islam Indonesia saat ini menurut saya agak mengkhawatirkan, terutama dari sisi ukhuwah Islamiyah. Banyak perpecahan terjadi sesama umat Islam sendiri, baik karena terkotak-kotak dalam partai politik, ormas, maupun karena egoisme mazhab dan perbedaan lainnya.
Allah Swt berfirman : “Dan berpeganglah kamu semuanya pada tali [agama] Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS Ali Imran : 10)
Itulah antara lain landasan dan dasar-dasar diselenggrakannya parade tauhid yang telah berlangsung pada tanggal 16 Agustus yang lalu.
Dengan Parade Tauhid diharapkan terbangun ukhuwah Islamiyah seluruh elemen umat Islam, sehingga menjadi potensi dan enerji positip bagi upaya mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil alamin.
Pertimbangan dan alasan lainnya adalah hadits Rasulullah Saw : “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam cinta, kasih sayang dan kelembutan hati mereka adalah seperti satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh menderita sakit, terasakanlah sakit tersebut di seluruh tubuh hingga tidak bisa tidur dan panas.” (HR Bukhari dan Muslim)
Parade Tauhid juga diselenggaran dengan dasar Pasal 3 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa : “ Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.” (Pasal 3 UUD 1945), dan juga Ketuhanan Yang Maha Esa. (Sila Pertama Pancasila).
Apakah ada dasar dan pertimbangan yang lebih spesifik?
Selain alasan yang sudah disebut di atas, ada beberapa pertimbangan diselenggarakannya Parade Tauhid. Umat Islam di Indonesia itu rasanya belum kaffah, belum totalitas. Ada beberapa perintah Al-Qur’an yang belum bisa dilaksanakan di Indonesia. Syariat Islam yang berlaku di Indonesia hanya menyangkut hal-hal ubudiyah, masih banyak masalah-masalah lain yang belum terwujud, misalnya  tentang hukum Islam atau  pidana Islam, politik Islam dan lainnya. Terutama terkait kekuasaan, umat Islam lemah sekali, dan seringkali menjadi korban politik dan kekuasaan kaum sekuler dan non Muslim.
Karena itu maka landasan diselenggarakannya Parade Tauhid ini adalah untuk menggalang  persatuan dan kekuatan umat Islam Indonesia. Allah Swt memerintahkan : “Tunjukkanlah kekuatanmu sehingga bisa menggentarkan musuh-musuhmu”.
Dengan itu semoga bisa tercipta umat Islam yang kuat, yang bermartabat dan disegani oleh kawan dan lawan. Tidak dilecehkan terus menerus, sehingga umat Islam Indonesia itu walaupun mayoritas tapi tidak mempunyai kekuatan, tidak mempunyai kekuasaan, dan yang lebih parah lagi adalah perpecahan yang terus menerus menghantui umat Islam Indonesia ini.
Parade Tauhid di Jakarta ini sebenarnya diilhami kegiatan Parade Tauhid di Solo, yang waktu itu merespon maraknya Parade Salib di kota tersebut. Kaum non Muslim agaknya sudah sangat ngelunjak sehingga selalu membuat berbagai ulah seperti yang terjadi di Tolikara, Bitung dan Bekasi.
Tujuan apa yang hendak dicapai dengan diadakannya Parade Tauhid itu? 
Dengan Parade Tauhid, diharapkan dapat dicapai beberapa tujuan berikut ini :
1. Tumbuhnya kembali kesadaran pentingnya tauhid bagi setiap muslim dalam menjalani kehidupan individu, keluarga, bermasyarakat, dan bernegara.
2. Tumbuhnya rasa syukur atas anugrah kemerdekaan yang telah Allah limpahkan kepada bangsa Indonesia, serta halal bil halal akbar ummat Islam.
3. Terciptanya langkah awal konsolidasi umat Islam dalam upaya membangun masyarakat bermartabat, sebagai tindak lanjut Kongres Umat Islam Indonesia VI tahun 2015.
4. Terbangunnya ukhuwah Islamiyah seluruh elemen ummat Islam, sehingga menjadi potensi dan energi positif bagi upaya mewujudkan Islam sebagai rahamatan lil ‘alamin.
Apa pak Kyai sudah cukup puas dengan penyelenggaraan Parade Tauhid itu ?
Sebagai langkah awal untuk membangun konsolidasi umat, penyelenggaraan Parade Tauhid kemarin itu cukup menggembirakan. Respon umat Islam cukup positip. Ratusan ribu umat Islam dari berbagai ormas, kelompok dan golongan,  mengikuti Parade Tauhid itu, mengikis sekat-sekat yang ada selama ini.
Dari sisi penyelenggaraan, tentu masih banyak yang harus di benahi. Intinya kordinasi dan konsolidasi antar lembaga, ormas dan organisasi-organisasi  dan kelompok-kelompok Islam itu sejak sekarang harus terus menerus digalang, dibina secara intensif.
Kekurangan yang dirasakan cukup menonjol pada pelaksanaan Parade Tauhid kemarin adalah terkait pemberitaan di media massa. Dengan kegiatan yang sedemikian besar, terasa sambutan mass media sangat kurang sekali.
Dalam kaitan ini saya juga menyadari bahwa media massa nasional itu memang timpang dalam hal pemberitaan yang menyangkut aktifitas dan kepentingan umat Islam. 
Karena itu maka sudah seharusnya umat Islam itu mampu membangun suatu media massa nasional yang kuat dan bermartabat. Jadi tidak selalu menggantungkan kepada liputan pemberitaan mass media yang nota bene pemiliknya adalah kaum sekuler, bahkan non Muslim yang memusuhi kepentingan umat Islam Indonesia. 
Apa Agenda selanjutnya setelah Parade Tauhid ini ? 
Parade Tauhid ini sebagai langkah awal, titik permulaan untuk melakukan berbagai agenda besar umat Islam selanjutnya. Ketika parade berlangsung, banyak tokoh-tokoh Islam menyampaikan orasinya, seperti KH. Cholil Ridwan, Habib Rizieq Syihab, Ust. Arifin Ilham, Ust Fadlan Garamatan, Ust. Bachtiar Nasir, dan lainnya. Dari apa yang disampaikan oleh para tokoh Islam tersebutlah kita mengetahui sebenarnya banyak  permasalahan yang dihadapi umat Islam Indonesia ini.
Karena itu, setelah parade tauhid ini selesai, akan diupayakan untuk bisa lebih mengkonsolidasikan lagi umat Islam secara lebih kongrit, lebih detil dan terencana dalam bentuk  agenda, program dan kegiatan, sehingga ukhuwah Islamiyah itu benar-benar terwujud dan nampak nyata bagi umat Islam Indonesia ini. 
[MSA]

0 Response to "Umat Islam Harus Bangun Kekuatan dan Jauhi Perpecahan"

Posting Komentar