Tidak Terima Ekonomi Dipegang Muslim, Kristen Afrika Tengah Bunuhi Umat Islam

Muhammadiyah turut serta membantu proses negosiasi dalam menghentikan upaya Genosida (pembersihan etnis) terhadap muslim di Afrika Tengah. Lewat dialog, Muhammadiyah mengirim utusannya menemui pemimpin Kristen dari Afrika Tengah untuk membahas konflik tersebut.


Wakil Biro Hubungan Luar Negeri Muhammadiyah, KH Muhyidin Junaedi yang ditugasi dalam pertemuan tersebut menjelaskan akar masalahnya. "Saya ditugasi untuk dialog dengan para pemimpin Islam dan Kristen dari CAR, Center of African Republic di Roma tahun lalu," kata Muhyidin saat dihubungi Suara Islam Online, Jumat (7/8/2015).

Ia menjelaskan, menurut pihak Kristen pemicu utamanya adalah masalah ekonomi yang dipegang oleh umat Islam. Kedua adalah adanya keterlibatan tentara muslim dalam kudeta pemerintahan yang korup.

Tidak terima dengan kondisi tersebut, lalu munculah kelompok radikal Kristen bernama Seleca yang melakukan penjarahan, pembunuhan dan pembakaran aset umat Islam, ungkap Muhyidin.

Ketua MUI bidang luar negeri itu juga menjelaskan, bahwa awal tahun ini sudah ada perjanjian damai. "Muhammadiyah sendiri akan memberikan bea siswa kepada 15 mahasiswa muslim CAR mulai tahun ini," ungkapnya.

"Sekarang sudah ditangani PBB dan organisasi konferensi Afrika. Jumlah umat Islam 35 persen dari total penduduk. Pope akan berkunjung kesana tahun depan setelah ada kesepakatan damai," pungkas Muhyidin.

0 Response to "Tidak Terima Ekonomi Dipegang Muslim, Kristen Afrika Tengah Bunuhi Umat Islam"

Posting Komentar